Angel Flying Through The Rain - [praw] - the 1640s (CDr) download full album zip cd mp3 vinyl flac


Download Angel Flying Through The Rain - [praw] - the 1640s (CDr)
2007
Label: Not On Label - none • Format: CDr • Country: US • Genre: Electronic • Style: Noise, Experimental

Average rating 4. Rating details. More filters. Sort order. Start your review of Angel in the Rain. Oct 27, Wardah rated it liked it Shelves: collectiblepunya-sudah-dibaca.

Review lengkap bisa dibaca di sini. Skor final 3. Angel in The Rain kurang lebih adalah bacaan yang menyenangkan. Sepertinya bakal lebih asik kalau saya nggak pernah baca London: Angel kali ya, karena banyak pengulangan adegan.

Bikin naksi Review lengkap bisa dibaca di sini. Bikin naksir sama Gilang, juga teman-temannya. Kisah cintanya nggak mengecewakan, manis. Dan tentu saja menjawab kondisi Ayu yang muncul di Walking After You. Cocok dibaca di kala hujan sambil minum minuman hangat. Meski tebal.

View all 3 comments. Jan 08, Lelita P. Jarang banget baca cerita romansa dalam negeri yang chemistry tokoh-tokohnya nampol banget, susah dilupakan. Bahkan setelah beberapa hari berlalu sejak tiba di halaman terakhir.

Begitu banyak yang mau saya sampaikan tentang novel ini, jadi, let the rambling begins without Begitu banyak yang mau saya sampaikan tentang novel ini, jadi, let the rambling begins without further ado.

Novel ini ditulis dari sudut pandang orang pertama, Goldilocks alias si malaikat hujan, yang muncul secara misterius di London: Angel. Tapi POV tersebut tidak terlalu kentara karena secara cerita lebih menceritakan orang ketiga serbatahu, yaitu Gilang dan Ayu--tokoh utama kita.

Goldilocks bercerita seolah langsung bicara pada pembaca, memanggil kita "Sayang". Buat saya POV ini tidak ada masalah--bagaimana dia muncul kadang-kadang, membuat kita kembali tersadar bahwa cerita yang sedang dibaca ini adalah cerita yang sedang dikisahkan, dituturkan. Namun bisa jadi ada yang menganggap POV Goldilocks ini mengganggu.

Yang paling luar biasa dari novel ini adalah, sekali lagi, chemistry. Mbak Windry hebat sekali membangun chemistry antara Gilang dan Ayu, dengan berbagai adegan, perlahan-lahan, pelan-pelan. Kuat sekali chemistry itu sampai kita, pembaca, meleleh dibuatnya. Bagian tersulit dari menulis novel romansa adalah pembangunan chemistrydan jika hal itu berhasil dilakukan dengan benar, sukseslah novel romansa Anda.

Hubungan Gilang dan Ayu itu Naik turun seiring pembangunan chemistry -nya. Kadang bikin senyum, bikin meleleh, bikin gregetan. Tapi tetap manis. Untuk waktu yang cukup lama, mereka tetap seperti itu. Duduk bersama tanpa suara di ceruk. Tidak melakukan apa-apa. Hanya membaca. Sibuk dengan buku masing-masing. Ditemani cerita hujan yang seakan-akan tidak berkesudahan.

Sementara bayangan tubuh mereka membentuk sepasang siluet di kaca jendela yang basah. Kutipan di atas mengantarkan pada poin ketiga ini: betapa mereka pasangan yang Gilang editor sastra di penerbit KPG yang memang khusus menerbitkan karya sastra, Ayu penulis novel romansa di penerbit GagasMedia yang fokus pada novel-novel populer. Semua orang yang mengerti dunia perbukuan tahu bagaimana karya sastra dan novel populer kadang sulit bersahabat. Dari hal tersebut saja telah tercipta alasan jatuh cinta yang menarik--karena sesuatu yang berbeda kerap tarik-menarik, benar?

Mereka ini pasangan ideal ala kepala saya: berdiskusi tentang buku, dan bisa duduk berdampingan berjam-jam tanpa bicara--hanya membaca. Sangat bias; mana kuat saya melawan chemistry kayak gitu?! Dan poin ketiga mengantarkan pada poin keempat: saya suka segala tentang dunia perbukuan yang Mbak Windry masukkan di novel ini. Tentang sastra vs novel populer, seperti yang telah saya tulis di atas. Tentang pameran buku dan repot-repotnya. Tentang editor-editor di dunia perbukuan yang saling kenal tapi belum tentu saling menyukai.

Tentang idealisme vs pasar buku. Tentang KLA. Saya suka. Karena dunia perbukuan adalah sesuatu yang kerap saya perhatikan, meski belum berjodoh untuk berkecimpung langsung di dalamnya. Kita bergeser ke karakter. Gilang yang romantis, Angel Flying Through The Rain - [praw] - the 1640s (CDr), naif, dan percaya pada keajaiban, vs Ayu yang realistis, skeptis, dan tak percaya keajaiban. Sesungguhnya karakter kontradiktif ini begitu menarik, mengingat Gilang merepresentasikan sastra sementara Ayu mewakili novel populer.

Harusnya yang terjadi adalah sebaliknya, kan? Karena sastra cenderung kelam, dan novel populer cenderung cerah. Tapi ternyata tidak demikian. Dan perbedaan ini membuat dinamika hubungan keduanya semakin dan semakin menarik saja tiap halamannya. Ngomong-ngomong soal karakter, saya paling suka dengan Ambu. Ambu yang dimaksud tentu bukan Ambu Dian ambudaff, ibu-ibu paling gahoelz teman baik saya di dunia maya.

Ambu yang ini editor Ayu. Dia punya insting yang kuat soal buku bagus, nggak suka basa-basi sama sekali, kalau ngomong suka nge-jleb, tapi sebetulnya baik hati. Bagi saya, karakter Ambu ini wins bangetlah. Jadi bertanya-tanya, siapa ya modelnya Sementara karakter paling menyebalkan, tentu saja, Luh. Paling kzl sama orang nggak peka kayak gitu, apalagi ini nggak pekanya keterlaluan.

Dan bagi saya, orang tua mereka juga seperti nggak punya hati view spoiler [karena mengizinkan Luh dan Em pacaran lagi, sampai menikah malah. Kebayang nggak sih sakitnya Ayu? Apalagi pas dipaksa untuk ikut repot. Wajar Ayu kabur-kaburan. Gaya bahasanya indah. Persis seperti London: Angelmenggunakan dialog baku yang membuat kita merasa seperti membaca novel terjemahan, tapi nggak bikin merasa aneh.

Malah rasanya pas sekali. Segalanya jadi terkesan lebih ngena. Diksinya pun khas Mbak Windry: nggak biasa, tapi mudah dicerna. Sebal sama kemunculan Ning di sini. Inilah salah satu faktor kenapa saya menurunkan jadi 4 bintang saja, padahal aslinya saya kasih 4.

Semuanya gara-gara Ning! Gimana ya, sebel aja gitu, Gilang dan Ayu udah bahagia gitu kok malah rusak lagi gegara kedatangan Ning. Coba Ning nggak pulang! Satu lagi alasan penurunan bintang: karena saya agak sebal dengan view spoiler [open ending-nya.

Iya sih, memang sudah dikasih petunjuk bahwa mereka bersatu lagi. Tapi tetap aja, rasanya kurang memuaskan--setelah tarik ulur berpanjang-panjang malah harus diakhiri dengan "kayak begitu aja". Kurang menggigit. Dan barangkali akan lebih bikin plong kalau si Goldilocks nggak perlu ngasih penutup yang menjengkelkan itu. Sampai sekarang pun saya masih membuka-buka ulang halaman-halamannya untuk berusaha menyesap kembali sensasi menyenangkan yang saya rasakan kala membacanya.

Craving for more, honestly Sekali-sekali sih nggak apa-apa. Semoga kelak bisa bertemu mereka lagi. View all 11 comments. Jul 07, Afy Zia rated it liked it Shelves: not-my-cup-of-tea. Kalian telah diperingatkan. Saya antara suka 3 bintang dan kurang suka 2 bintang dengan Angel in The Rain. Oke, begini. Saya suka sama cara bertutur penulis. Benar-benar puitis tetapi juga page-turner.

Kalimat-kalimatnya kayak punya daya magis tersendiri gitu asheeek. Saya pun suka sama Gilang yang agak-agak quirky. Sayangnya, saya justru malah nggak begitu suka dengan 2,9 bintang. Sayangnya, saya justru malah nggak begitu suka dengan karakter Ayu alias tokoh utama perempuannya.

Hmm, gimana ya. Ayu ini digambarkan sebagai wanita yang nggak gampang percaya terutama sama laki-laki karena pernah disakitin seorang laki-laki di masa lalunya.

Dan seseorang di masa lalunya itu adalah Em--kakak iparnya sendiri. Akibatnya, sikap dia ke kakak perempuannya jadi alot. Okay, I get it. Kemudian, Gilang datang. Laki-laki itu membuat Ayu kembali membuka hati. Setelah saling suka, saya kira sikap Ayu ke kakaknya bakal membaik. Namun nyatanya, Ayu tetap bersikap alot ke Luh--kakak perempuannya--setidaknya hingga menjelang akhir cerita. Entahlah, di sini saya merasa agak janggal aja. Ayu kan posisinya suka sama Gilang. Artinya dia udah nggak suka sama Em lagi dong?

Tapi kenapa dia masih musuhin kakaknya karena cinta di masa lalunya? Dan saya kurang suka sama ucapan-ucapan nyelekit Ayu ke kakaknya. Rasanya kayak kurang patut aja ngomong hal-hal semacam "aku tidak peduli dengan kau" blabla dsb.

Padahal, Luh juga udah minta maaf kan. Lalu, latar tempatnya. Angel in The Rain sebagian besar berkisah di Jakarta. Dialognya yang rada terlalu kaku aku-kau untuk tempat di Jakarta malah membuat saya mengerutkan kening. Okelah, semisal memang tidak ingin menggunakan gue-lo lagi pula, nggak semua orang Jakarta pake panggilan begitu kanseenggaknya bisa pake aku-kamu.

Menurut saya, aku-kau itu terlalu terjemahan. Dan bukan cuma antartokoh utamanya aja, tapi juga semua tokoh lainnya di dalam cerita ini pake bahasa baku di dialog. Lain halnya jika sedari awal latar tempat cerita ini ada di luar negeri atau justru di tempat fiksi yang pengarang buat sendiri. Saya nggak bakal terlalu bermasalah sama penggunaan dialog aku-kau itu.

Tapi ya udahlah, saya memaklumi meskipun rada ganjel di hati. Ini di Jakarta tapi kok ujan mulu ya? Wkwk ya memang sih, ujannya tiap ada Gilang doang. Tetapi lagi-lagi saya jadi merasa latar tempatnya rada unbelievable. Soalnya sebagai orang yang tinggal di pinggiran Jakarta, saya sedikit-banyak paham kalo Jakarta itu bukan kota hujan. Tapi yha berhubung cerita ini punya nuansa magis alias mejik, masih kumaklumi deh tentang hujan itu.

Dan lagian, ini cerita fiksi. Lalu, saya merasa alurnya cukup lambat. Hal ini juga bikin saya mandeg berbulan-bulan alias nggak kunjung selesai baca Angel in The Rain. Ini subjektif sih, tapi saya kurang suka sama cerita beralur lambat.

Dan alur lambat tersebut kemungkinan besar karena buku ini memiliki halaman. Terus yaaa berhubung buku ini bergenre romancekonfliknya pun sudah pasti nggak jauh-jauh dari masalah percintaan. Tapi karena hal tersebut juga, saya jadi kurang klik. Ini sih masalahnya emang ada di saya, bukan di bukunya wkwkwk. Pas baca buku ini, beberapa kali otak saya bergumam wtf otak bergumam?!

Ada kok buku-buku romance yang klik di saya. Yang bikin saya kurang klik sama Angel in The Rain mungkin karena konfliknya. Not my cup of tea. Buku itu pun saya kasih 3 bintang. Tapi nggak menutup kemungkinan kalo suatu saat nanti saya Angel Flying Through The Rain - [praw] - the 1640s (CDr) buku-bukunya beliau lagi, hehe. Buku ini nggak buruk. Hanya saja, nggak begitu sesuai sama selera saya. Oct 19, Titi Sanaria added it. Mungkin karena sudah nunggu Gilang dari 'London' dan penasaran sama Ayu sejak baca 'Walking After You', buku ini aku tunggu banget.

Sudah tahu Angel Flying Through The Rain - [praw] - the 1640s (CDr) kalau mereka akan menemukan kebahagian di sini, tapi tetap ingin tahu prosesnya gimana. Tak mengapa, bagi sebagian orang, move on dan pindah ke lain hati memang bukan perkara mudah.

Mungkin karena aku juga pencinta buku, kedua karakter ini gampang sekali mendapatkan Mungkin karena sudah nunggu Gilang dari 'London' dan penasaran sama Ayu sejak baca 'Walking After You', buku ini aku tunggu banget. Mungkin karena aku juga pencinta buku, kedua karakter ini gampang sekali mendapatkan hatiku. Great Job, Mbak Windry Ramadhina. Di antara ke-9, anaknya, ini favoritku setelah sebelumnya suka sama 'Montase' May 20, Pauline Destinugrainy rated it liked it Shelves: fictionnovelromanceowned-book.

Ayu adalah seorang pencinta buku yang melakukan perjalanan ke London untuk menghindari pertunangan kakaknya, Luh dengan pria yang pernah dicintainya, Em. Di London, dia bertemu dengan seorang pemuda yang juga menyukai buku, bernama Gilang.

Gilang berkunjung ke London untuk mengejar seorang wanita yang dicintainya. Ning, nama gadis itu, adalah sahabatnya. Sayang cinta Gilang tidak berbalas. Ning hanya menganggapnya sebagai sahabat dan Ning mencintai pria lainnya. Ayu dan Gilang beberapa kali bert Ayu adalah seorang pencinta buku yang melakukan perjalanan ke London untuk menghindari pertunangan kakaknya, Luh dengan pria yang pernah dicintainya, Em.

Ayu dan Gilang beberapa kali bertemu secara kebetulan, dan setiap kali mereka bertemu selalu ada hujan yang menyertai. Sayangnya, sampai tiba di bandara Soekarno-Hatta buku itu tidak juga berpindah tangan.

Buku itulah yang kemudian akan mengawali pertemuan kembali antara Ayu dan Gilang. Profesi Ayu sebenarnya adalah penulis novel. Novel kelimanya sudah dinantikan oleh editornya, namun tertunda karena kepergian Ayu ke London.

Ayu kemudian menulis sebuah novel dengan judul Angel in The Rain. Gilang pernah mengatakan bahwa ada malaikat yang ikut turun bersama hujan dan membawa keajaiban. Ayu tidak percaya dengan perkataan itu, tapi kemudian menjadi inspirasinya dalam menulis novel yang laris manis.

Sementara itu, Gilang berusaha melupakan cintanya yang kandas. Pertemuannya kembali dengan Ayu di Indonesia membawa sesuatu yang baru di hatinya. Ketika perasaannya pada Ayu mulai bertumbuh, Ning kembali ke Indonesia. Gilang merasa ada yang berbeda dengan sahabatnya, dan berusaha menghibur sahabatnya.

Usaha yang membuat Ayu menjadi tidak percaya pada Gilang. Novel ini unik, karena yang bercerita bukan Ayu atau Gilang sebagai tokoh utama. Yang bercerita adalah Goldilocks, sosok malaikat yang membawa payung merah untuk sepasang kekasih.

Goldilocks menampakkan diri kepada Gilang di Angel Flying Through The Rain - [praw] - the 1640s (CDr), yang membuat Gilang sangat penasaran. Selain legenda di London dan beberapa tempat-tempat menarik tentang London, novel ini juga banyak bercerita tentang novel dan penulis klasik.

Sebut saja Wuthering Heights, novel yang "dikejar" oleh Ayu, atau The Gatsby yang menjadi inspirasi Gilang dalam membuat blog. Keberadaan novel klasik dan beberapa novel lainnya membuat karakter Ayu sebagai pencinta buku saya tidak ingin menyebutnya gila buku lebih kuat. Bahkan Gilang yang disebut-sebut sebagai pemuda lucu oleh Goldilocks juga terimbas karakter pencinta buku.

Saya malah tidak merasakan lucunya Gilang. Menariknya lagi, seperti Ayu yang menulis novel berjudul sama dengan novel ini, Gilang juga akhirnya menulis novel dengan judul London : Angel.

Selain kisah cinta segitiga, satu topik yang juga diangkat dalam novel ini adalah soal kepercayaan. Ayu memiliki masalah tidak bisa percaya pada lelaki, karena lelaki yang disukainya punya masa lalu dengan wanita lain.

Karena pengalamannya dalam cinta segitiga antara dirinya, Luh dan Em, Ayu menolak mempercayai Gilang ketika Ning kembali hadir di tengah mereka. Butuh waktu lama bagi Ayu untuk menemukan rasa percaya itu. Seperti Ayu yang mengoleksi buku cetakan pertama karya penulis favoritnya, saya juga berusaha mendapatkan cetakan pertama karya Windry Ramadhina. Karena novel ini adalah sekuel dari London: Angelsaya tentunya segera memesan ketika novel ini diterbitkan pertama kali lengkap dengan bonus postcard-nya.

Saya penasaran dengan kelanjutan kisah Gilang dan Goldilock di novel London : Angel. Sayangnya, kesibukan membuat saya menunda-nunda membaca novel ini, sampai akhirnya hampir empat tahun tersimpan di rak buku. Bukunya sampai menguning dan penuh bercak cokelat.

Masih ada dua buku karya Windry di rak saya yang menunggu waktu tepat untuk dibaca Oct 13, Ayu Eddy rated it really liked it. Ahhhh akhirnya mbak Windry dengan baik hatinya kembali menghadirkan Gilang dan Ayu setelah cukup lama menunggu bersama banyak pertanyaan yang sengaja dia tinggalkan.

Saya kira saya akan kembali bertemu Galdilocks dengan payung merah dan hujannya lagi disini tapi ternyata dia menemui saya dalam bentuk lain. Saya suka kehadiran Galdilocks kali ini di novelnya, membuat saya merasa seperti tidak sedang membaca tapi sedang mendengarkan dongeng dari seorang peri hehehe Warning review saya kali ini mun Ahhhh akhirnya mbak Windry dengan baik hatinya kembali menghadirkan Gilang dan Ayu setelah cukup lama menunggu bersama banyak pertanyaan yang sengaja dia tinggalkan.

Saya suka kehadiran Galdilocks kali ini di novelnya, membuat saya merasa seperti tidak sedang membaca tapi sedang mendengarkan dongeng dari seorang peri hehehe Warning review saya kali ini mungkin akan terasa sangat lebay, tapi percaya atau tidak sepanjang saya membaca dari malam kemarin hingga tadi siang, hujan tidak henti-hentinya turun seolah menemani saya sampai buku itu habis ke halaman terakhir. Magis kan??? Saya suka keseluruhan yang ada di novel ini, dari mulai cover yang sangat "Galdilocks" sekali, lalu ada beberapa alurnya yang sengaja dibuat flashback untuk sedikit membantu mengingatkan kita pada moment di dua novel sebelumnya.

Saya suka naratornya setiap kali memanggil "sayang" dan menyebut kedua tokohnya Pemuda lucu dan Gadis gila buku. Saya suka Gilang yang dengan enteng dan usilnya selalu memanggil "Bronte" ke Ayu Angel Flying Through The Rain - [praw] - the 1640s (CDr) membuat Ayu kesal.

Saya suka karakter Ayu yang kadang mengingatkan saya pada Julian, apalagi saat Ayu malu, pipinya merona, salah tingkah dan juga Ayu yang ketus, Ayu buat saya, mungkin bisa jadi adalah Julian versi Cewek. Saya suka hubungan diantara Gilang dan Ning, dan tentu saja saya suka penyelesaian yang diberikan penulis kepada Ayu, Luh dan Em dengan tepat dan manis tanpa membuatnya terlalu drama.

Sepanjang membaca rasanya campur aduk tentu saja, Mbak windry sukses memberikan bumbu secara bersamaan, bahagia, sedih, kasihan, kasmaran, miris juga. Saya seolah bisa seperti orang yang jatuh cinta karena Gilang lalu saya berubah jadi orang depresi karena Ayu, semuanya saya rasakan. Novel ini pun buat saya adalah jawaban yang sempurna dari perjalanan dan pertanyaan di novel sebelumnya. Bisa jadi karenanya saya sekarang mulai percaya pada keajaiban. Actually score 4,5 karena saya sangaaat cinta novel ini.

Hingga saya memutuskan Angel in the rain adalah novel favorit saya selanjutnya dari karya mbak Windry. Oct 15, Adara Kirana rated it really liked it.

Enggak bikin nangis, tapi justru bikin senyum ini saya gatau saya yang aneh apa gimana Saya suka penempatan Goldilocks di cerita ini yang mendapat peran jadi narator.

Apalagi, si Goldilocks suka pakai kata 'Sayang' di narasi. Jadi berasa disayang didongengin hehe. Oh ya, saya juga suka sama julukan 'si pemuda lucu' untuk Gilang, dan 'gadis gila buku' untuk Ayu dari si Goldilocks. Dan seperti 4 dari 5 bintang : -- Cuplikan review: Kalau ceritanya sendiri, novel ini heart warming menurut saya. Dan seperti biasa, saya suka banget penuturan ceritanya Windry Ramadhina!

Saya puas banget. Sebenernya, saya agak enggak rela nyelesaiin buku ini. Kayak nahan-nahan baca biar enggak cepet-cepet selesai. Tapi masalahnya, ceritanya juga bikin saya penasaran. Tahu-tahu, udah selesai aja. View 1 comment. Jul 07, mei rated it liked it. Nov 25, Dini Afiandri rated it really liked it. Review menyusul. Memang tidak harus membaca dua novel itu dulu sebelum membaca buku ini, namun sebagai pembaca yang membaca ketiga-tiganya, ada kepuasan dan juga ketidakpuasan saat saya membaca Angel in the Rain.

Pertama-tama, saya akan bilang bahwa secara jalan cerita dan penulisan, buku ini jelas lebih baik dibandingkan Last Forever. Oleh k Review menyusul. Oleh karena itu, saya menambahkan satu bintang lagi dari yang semula hanya tiga bintang. Tapi, saya lebih suka Walking After You dibanding novel ini. Akan saya jelaskan. Angel in the Rain menggunakan teknik narasi dengan Goldilocks sebagai narator.

Pilihan kata yang digunakan membuat saya mengernyitkan dahi, dan terasa kurang nyaman. Untuk kisah cinta Gilang dan Ayu, saya suka. Keduanya punya karakter yang kuat dan khas, sedangkan para karakter sampingannya, meski tidak semuanya berkarakter kuat, masih tetap cukup tereksplorasi dengan baik dan memiliki emosi.

Saya akan menambahkan sedikit pendapat dari teman baik saya, bahwa Gilang, dengan topi fedora, cara berbicara, dan juga panggilannya untuk Ayu, terkesan seperti pria di film-film tahun an. Saya sendiri tidak keberatan dengan penggambaran ini, karena Gilang dan juga Ayu terasa lebih tiga dimensi dibanding karakter di novel Last Forever. Kisah cinta Gilang dan Ayu sendiri manis, dengan adegan-adegan romantis khas mbak Windry, misalnya pertemuan di halte kala hujan. Romansa kontak fisiknya cukup intens, tetapi hangat dan penuh emosi.

Konflik utama dan konflik sampingan tersusun dan terselesaikan dengan baik. Dunia kerja sebagai penulis dan editor pun berhasil diangkat dan dibahas dengan tetap memiliki daya tarik. Akhir ceritanya sendiri, menurut saya terasa agak kurang nendang. Bagaimana ya, rasanya sama seperti akhir cerita London, tidak meninggalkan perasaan hangat dan puas setelah membacanya. Justru hal ini saya dapatkan ketika membaca karya-karya mbak Windry dari Walking After You ke belakang, yang sebelum-sebelumnya.

Oke, rasanya sudah cukup banyak yang saya ungkapkan mengenai buku ini. Sebagai sebuah buku yang tebal dan padat, Angel in the Rain cukup recommended. Kendati demikian, saya mengharapkan suatu saat bisa membaca karya baru mbak Windry yang tidak hanya terasa manis, seru dan menarik, namun meninggalkan rasa puas ketika menutup bukunya. Akhir kata, semoga sukses untuk tulisan-tulisan mbak Windry berikutnya, saya akan selalu setia menunggu dan membaca karya mbak.

View 2 comments. Jul 22, Nindya Chitra rated it liked it. Sejujurnya, aku nggak pernah begitu tertarik sama karyanya Mbak Windry. Dulu Memori memang pernah memukauku, sudah lama sekali, tapi nama Windry sendiri nggak begitu lekat di ingatan. Tapi udah jadi pengetahuan umum kalo Mbak Windry ini memang jago nulis romance.

Pujian para pembacanya pun sering hilir-mudik di medsosku. Lama-lama penasaran juga dan nyoba baca Montase, nggak sesuai ekspektasiku. Aku nekat baca ini karena tema hujan yang diangkat buat nambah bahan riset tulisan.

Langsung liat endingnya. Mungkin beda selera. Apa yaa. Ada yang kurang klik gitu kalo baca novel beliau. Tapi susah juga dikata-kata. Indah iya. Ngalir iya. Plot Keywords. Parents Guide. External Sites. User Reviews. User Ratings. External Reviews. Metacritic Reviews. Photo Gallery. Trailers and Videos. Crazy Credits. Alternate Versions. Rate This. Two estranged souls meet in the Los Angeles rain. Director: Paul Ratner. Writer: Paul Ratner. Stars: Jennifer BronsteinMarat Glazer.

Added to Watchlist. Photos Add Image Add an image Do you have any images for this title? Edit Cast Credited cast: Jennifer Bronstein Angel Marat Glazer Edit Storyline Two estranged souls meet in the Los Angeles rain.


Sitemap

Remember - Harry James And His Orchestra - Play 22 Original Big Band Recordings (Cassette), Im So Tired Of It All, Will I Am - MARGE (4) - Not Bad (Cassette), Glass Operator, Monte Callado - Atahualpa Yupanqui - Yo Me He Criao A Puro Campo (Vinyl, LP, Album), Sweet Aroma Of Charred Remains - Gastroptosis - Assorted Chunks And Bits (Lathe Cut), See See Baby - Freddy King* - See See Baby / San-Ho-Zay (Vinyl), 2K2 (Instrumental) - F.E.N.C.E. Men* - Life Behind F.E.N.C.E Quarters (Vinyl), Der Trompeter Und Der Junge Mit Der Munharmonika - Walter Scholz - Trompetenzauber (Cassette, Album)

9 comments

  1. Hank Williams - Through The Years music CD album at CD Universe, enjoy top rated service and worldwide shipping.
  2. The Angel Trap is a trap from the Saw franchise, appearing in Saw III. 1 Design and Function 2 History Allison Kerry's Execution Aftermath Replica 3 Trivia 4 Navigation The victim of this trap had a leather harness, which was secured by a padlock, put on his or her body and was suspended slightly above the floor by two chains. Attached to the victim's back was a heavy metal device.
  3. 1. Through The Rain (Boris and Michis Club mix) Mb 2. Through The Rain (Full Intension Club mix) Mb 3. Through The Rain (Boris and Michis Through The dub mix) Mb 4. Through The Rain (Full Intension dub mix) Mb
  4. Apr 02,  · "After the Rain" is the sixth single by Australian hard rock group the Angels, released in off the album Face to Face. "After the Rain" first charted on the ARIA Charts on .
  5. Angel Of Rain (Almost Done) Always On My Mind (James, Christopher) Every Grain Of Sand Girl Of The North Country Review: This is the first CD release of material that has circulated among collectors for over two decades. Rattle Snake continues their commitment to quality releases with this great sounding and beautiful looking package.
  6. angel in the rain pictures to create angel in the rain ecards, custom profiles, blogs, wall posts, and angel in the rain scrapbooks, page 1 of 6. angel in the rain pics are great to personalize your world, share with friends and have fun.
  7. Sep 14,  · The Angel begins with Marwan delivering weapons to the Palestinian Black September group, a terrorist organization that formed in , that was plotting to shoot down a plane flying .
  8. Apr 29,  · The Reading Angel. It's remarkable how many stories of angels come out of hospital experiences.. It may not be so hard to understand why when we remind ourselves that they are places of sharply focused emotions, prayers, and hope. Reader DBayLorBaby entered the hospital in with acute pain from "a fibroid tumor the size of a grapefruit" in her uterus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *